Posts

Hiatus

It has been a long time since I last come out with a proper writing. Often I open my page without publishing any update. I mean, a long and 'well' written one. It is not because of time constraint or any busyness that surrounds me, rather, it just me.  I have so much to say, to write, to express, but I fail, every single time.  Not due to laziness either, but more to 'no one care, dude'. I am constantly talking to myself this and that and promise myself to post it on blog, but ouh well, you know where all the wishes go to.  Hence, the long hiatus.  But recently, I feel like writing so bad. Like really bad. I feel like I have less talk to anyone, I mean, a real and deep conversation, and that I feel I wanted to talk it here, through writing.  With that being said, expect a comeback post from me anytime soon, fellas.  Salam'alayk!  

Manusia

Ini tentang manusia dan kemanusian. Bukan tentang isu Palestin, Syria atau Somalia. Tapi lebih kepada sosok yang dianugerahkan akal dan hati oleh Tuhan, yang dengan izin Dia, sepatutnya digunakan dengan rasa kemanusian yang menebal. Tapi, dengan nama Dia manusia melaung-laung ketidaksalahan, menghalalkan perlakuan. Bagaimana dengan anugerah yang dua itu, digunakan untuk menyakitkan. Kadang terfikir, walau kasut kita berbeza saiz, tapi hati itu kuncinya adalah dididik. Akal itu untuk membezakan buruk dan baik, untuk fikirkan rasional setiap tindakan, dan perasaan manusia dilingkungan. Bagaimana manusia ini diciptakan dengan penuh kelembutan dan penelitian, yang diambil tanah dari 7 macam, yang dicampakkan rasa sayang dan kasih dari ar-Rahman, mampu untuk menyakitkan manusia lain, yang secara teorinya mempunyai sama proses penciptaan. Hari hari kita berdoa Tuhan mengasihi kita, tapi dalam detik-detik kehidupan, kita tegar menyakiti manusia manusia lain...

Redha

Image
Dalam hidup ini, ada perkara yang diluar keterbatasan kita. Kadang kita dah cuba sehabis daya, dah usaha semampu mungkin tapi tetap akhirnya tidak seperti yang diidamkan dan digambarkan. Akan ada waktu kita akan merasa lelah dengan semuanya. Kita terus jadi buntu dan tak tahu jalan mana lagi yang perlu kita tuju. Redhalah atas setiap perkara. Redha dengan segala ketentuan. Redha dengan segala takdir yang Tuhan aturkan untuk kita. Belajar untuk redha dan sabar. Orang orang yang menang adalah mereka yang sabar. Sabar dengan sebenar-benar sabar. Fasobrun jameel. Dan sabar itu indah. Doa. Dengan sepenuh hati dan pengharapan. Doa dengan setulus hati dan rasa kehambaan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kerana kita tahu, Dia akan mengaturkan yang terbaik untuk kita kerna sungguh, Dia tak pernah zalim melainkan kita yang menzalimi diri kita sendiri. Bebaskan diri dari perasaan sendiri, dari dikawal orang lain dan dunia ini. Kembalilah kepada Tuhan, dengan sepenuh kehambaa...

Battle

In this toughest time, here I am, writing. No one to talk with, no shoulder to lean on, no ears to listen and no hands to hold. In this time of hardship, I face it all alone. Struggling with own self, motivating own mind that everything's gonna be alright. In this toughest time, I care to write more than I choose to talk. I know, its no good for me to express everything here. I know, He would listens to me every time, anywhere. But to calm myself through writing is just me. I learnt a lot. Little did I know you held me down. Little did I realise, you bring out the worst in me. Fade. It all fade. This feeling running in my chest is indescribable. The scratch I feel in my heart eventually swollen my smile and it all turned to tear. This pain running in my veins is beyond imagination. It leads me to unbearable pains. In this tiring battle, I choose to raise the flag. The victory is all yours. Now and then.

Pendirian

Manusia, pandangan beza-beza. Tak salah untuk dengar pandangan orang lain. Biar dia lelaki dan biar di perempuan, dia punya hak untuk bersuara. Nyatakan segala pendirian. Dengar satu persatu Belum tentu apa yang kita tau itu selalunya benar Belum tentu apa yang mereka sampaikan itu auta. Nilaikan dengan keimanan, bukan nafsu ego sombong yang tak berperikemanusiaan. Bukaklah, bukak hati untuk menerima. Segala perbezaan yang Allah jadikan tak pernah sia sia. Raikan segala pandangan, hargai perbezaan. Janganlah disekat dengan nafsu keegoan. Sungguh, biar dia lelaki, biar dia perempuan, dia punya hak untuk bersuara, dia punya hak untuk berkata. 

Beloved

Image
I would spin the sea-spray fashioning a belt for you I would braid the rolling waves to spread a sleeping mat for you I would weave of the clouds a shawl to cover the hair of you I would stitch the mountain breeze into an evening-gown for you I would pluck from the eastern star a brooch to adorn the breast of you I would shake down the eclipsed moon for a lamp to light my longing I would feel the sun into a sea of night for you breathing the honeyed sweetness of you Beloved,  Count the dreams That slew the truth With their false paradise 

Count your blessings

Image
Bismillah. Sitting on the sofa while listening to my favorite song, slow rhythm flowing through my ears. Ouh peacefully. The rhythm just perfectly touched my heart.  I been thinking to all good times I've been through. The all sweet moments in my life. But suddenly I remember this one thing. This one bad thing happened to me long time ago. Ingat lagi dulu masa 6 tahun rasanya, my friends and I were cycling and I accidentally knocked down. Terseret dekat jalan tar untuk beberapa meter sebab masa tu tengah turun dari jalan berbukit jadi terseret dia agak jauh. Berdarah-darah muka, tangan, kaki semualah. Sakit. Masa tu dah takut. Bukan takut ada patah mana mana part tapi takut kena marah dengan mama.  Sebab takut saya tak balik rumah terus tapi pergi rumah orang jaga dulu. Bila mak (panggilan untuk orang jaga saya) tengok saya dah berdarah apa semua dia pun terkejutlah sebab saya tak pernah macam ni. Saya bukan budak yang selalu duduk luar main pondok pond...